Gunawan
Surabaya

Seorang ayah yang lagi seneng belajar brewing coffee, wordpress, SEO, internet marketing, desain grafis dan dunia periklanan. Bisa dicari di google "Jurnalis Jawa Pos"

Share
Kopi Liputan

7 Fakta Menarik Pembuatan Kopi Vietnam di Kafe Olivier

By on August 5, 2016

Persidangan kasus pembunuhan Mirna Salihin yang diduga dilakukan dengan kopi bersianida tengah berjalan. Sejumlah fakta dari keterangan saksi dan ahli pun terungkap. Di balik kejadian itu, proses pembuatan Kopi Vietnam di Olivier juga menarik disimak. Berikut saya paparkan 7 Fakta Menarik Pembuatan Kopi Vietnam di Kafe Olivier.

 

1 . Brewing Dilakukan di Meja Pengunjung, Tidak di Bar

Proses penyeduhan atau brewing minuman olahan kopi di Kafe Olivier tidak dilakukan di bar sebagaimana kebanyakan coffee shop. Kopi Vietnam yang dipesan Jessica Kumala Wongso untuk Mirna Salihin ternyata diseduh menggunakan filter (V60) di meja pengunjung.

2. Vietnamese Coffee Diseduh dengan V60

Menurut sejumlah referensi dan teman yang pernah ke Vietnam @ariskimorison Kopi Vietnam sebenarnya diseduh menggunakan vietnam drip.

Vietnam Drip merupakan salah satu alat seduh manual. Berbentuk seperti cangkir terbuat dari bahan stainless steel. Penggunaannya ditempatkan di atas gelas dan bubuk kopi bubuk kopi dituangkan ke dalam alat tersebut.

Bubuk kopi yang dituang dipadatkan terlebih dulu dengan press pipih yang menjadi satu bagian Vietnam Drip. Setelah itu, air panas dituangkan memenuhi isi vietnam drip dan ditutup. Proses penyaringan kopi pun terjadi. Air kopi akan mengucur perlahan ke gelas yang ada di bawah. Berikut video pembuatan Vietnam Drip:

Di Kafe Olivier, proses brewing Kopi Vietnam dilakukan menggunakan pour over (filter V60).

V60 merupakan proses penyeduhan menggunakan filter kertas. Disebut V60 karena bentuk saringan ini lubangnya punya kemiringan 60 derajat. Biji kopi yang telah digiling ditempatkan di atas kertas filter. Setelah itu air panas dari ketel dituangkan perlahan. Air kopi yang diseduh dengan V60 akan mengucur lebih deras daripada menggunakan Vietnam Drip.

Meskipun penyajiannya tidak otentik seperti di negara asalnya, namun Kopi Vietnam di Olivier termasuk menu andalan. Dibanderol dengan harga Rp 38 ribu.

3.  Menggunakan Biji Robusta Tana Toraja

Meskipun termasuk signature, namun biji kopi yang digunakan untuk Kopi Vietnam dari jenis robusta. Mereka menggunakan robusta dari Tana Toraja. Dari beberapa referensi, di negara asalnya Kopi Vietnam disajikan dari biji robusta. Konon,  di sana memang kebanyakan kopi jenis robusta.

4. Arabika Hanya untuk Minuman Espresso Base  

Salah satu pelayan di Kafe Olivier yang bernama Melly mengatakan, mereka punya blend Arabika yang digunakan untuk menu-menu espresso base.

5. Disajikan Dingin dan Panas

Kopi Vietnam di Kafe Olivier tersedia dalam pilihan dingin dan panas. Proses brewing untuk dingin dan panas sama saja, menggunakan V60. Untuk sajian dingin, es batu dan condensed milk (susu kental manis) telah ditempatkan lebih dulu di dalam gelas baru di atasnya disiram seduhan kopi.

6. Tak Banyak Pilihan Manual Brewing

Bagi anda penggemar manual brewing, mungkin Kafe Olivier tidak terlalu cocok. Sebab mereka tak menyediakan alat seduh manual kecuali V60. Jadi anda taka akan menemukan alat seduh seperti syphon, french press ataupun aeropress. Kalau anda fanatik dengan alat-alat tersebut, mungkin datang saja ke tetangga sebelah Olivier. Di lantai yang sama di Grand Indonesia tersedia juga Starbucks dan Djournal.

7. Penggunaan V60 Tak Seperti Kebanyakan Coffee Shop

Entah ini hanya terjadi pada saya atau pengunjung yang lain juga. Penyeduhan kopi menggunakan V60 di Kafe Olivier tak seperti standar kebanyakan kafe. Misalnya soal kertas filter yang tak terlebih dulu dibasahi dengan air panas. Padahal proses pembasahan kertas filter itu penting untuk menghilangkan partikel-partikel dan aroma kertas yang bisa mempengaruhi citarasa kopi. Ketika saya ke sana, proses itu dilewati oleh waitress.

Berikut proses penyeduhan kopi dengan V60 dari Hario. Hario Indonesia merupakan salah satu produsen peralatan seduh kopi.

Dari 7 Fakta Menarik Pembuatan Kopi Vietnam di Kafe Olivier, sebenarnya teka-teki penempatan sianida di kopi Mirna bisa diurai. Jika memang Jessica yang menaruh sianida, maka kemungkinan besarnya terjadi saat proses brewing selesai. Sebab selama proses brewing berlangsung, waitress menunggu di depan pengunjung.

Kemungkinan besar penuangan sianida terjadi ketika proses brewing selesai dan waitress meninggalkan meja pengunjung. Setelah menuang sianida, pelaku bisa saja cukup mengaduk bagian permukaan atas kopi. Sebab jika diaduk seluruhnya, maka susu kental manis yang ada di bawah gelas akan ikut tercampur dengan kopi. Hal itu tentu bisa saja menimbulkan kecurigaan Mirna.

Kemungkinan lain (meskipun kecil) ialah ada pihak lain yang mengalihkan perhatian waitress. Ketika waitress lengah, pelaku dengan leluasa menuangkan sianida di bubuk kopi yang ada di atas V60. Tidak mungkin jika sianida dituang di ketel. Sebab ketel selalu dipegang waitress. Lain cerita jika ada kerjasama dengan waitress.

Jika bukan Jessica yang menjadi eksekutor, bisa saja sianida sudah ada di ketel air panas atau dicampur di bubuk kopi. Kemungkinan lain bisa juga terjadi seperti dalam kisah detektif Conan. Racun sudah disiapkan (dibekukan) bersama es.

Koran ini sempat mencoba empat kali memesan Kopi Vietnam. Semua proses pembuatannya sama. Dalam empat kali pemesanan itu, satu diantaranya si waitress memang sempat meninggalkan meja pengunjung sebelum proses penyeduhan selesai. Hal itu dilakukan karena si waitress dipanggil tamu lain.

Bagaimanapun sianida masuk ke kopi Mirna, petunjuk utama memang bisa dari CCTV. Selama ini pengacara Jessica memang minta seluruh CCTV dibuka. Mereka menyebut ada 8 CCTV. Namun saya menghitung di seluruh ruangan pengunjung, ada 10 CCTV. Entah sekarang posisinya sudah diubah atau tidak, namun semua CCTV itu terlihat bisa mengcover seluruh area kafe. Harusnya perbuatan Jessica memang bisa terlihat dari rekaman CCTV. Kita tunggu saja bagaimana hakim nanti memutus perkara ini.

Sebagian dari tulisan ini pernah dimuat di koran Jawa Pos pada 2 Februari 2016

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Isikan hasil dari pertambahan di kolom kosong di bawah ini *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com