Meet and Greet Endang Widyastuti

Liburan natal dan tahun baru kali ini, aku baru sempat keluar rumah hari ini, Senin (28/12). Keluar rumah sih awalnya janjian ma temen-teman mahasiswi sekretaris (Hesti dan Lupita) untuk nonton bareng. Nah berhubung janjiannya sama temen-temen di Humas juga (Mas Adhis, Indriya, Dian dan Aku), akhirnya sekalian kita sepakat mengundang Mbak End (Dan alhamdulillahnya mbak End bisa hadir, dan kebetulan hadir bareng si keponakan yang juga mahasiswa STIKOMP SURABAYA, Riris)
Jadilah acara meet and great Endang Widyastuti)…
Btw, siapa tuh mbak End ???
Wah kalau untuk menceritakan lengkapnya sih, ntar tak bikin tulisan tersendiri aja deh tentang sosok yang satu ini. Singkatnya, Mbak End (Endang Widyastuti) adalah mantan kepala bagianku di departemen Humas STIKOMP SURABAYA (sekarang sudah resign ke suatu tempat di Jakarta). Namun walaupun seorang kepala bagian (yang sekarang da mantan) tapi tetep aku dan temen-temen di Humas masih menganggap beliau ini bak seorang kakak (mbak) yang baik untuk kita di Humas.
Nah, karena sudah tidak bertemu sekitar tiga bulanan. Akhirnya perjumpaan kali ini bagaikan reunian keluarga. Yang pasti bikin acara tambah sip. Karena walau belum kenal temen-temen dari sekretaris (Hesti, Lupita beserta pasangannya masing-masing yang juga alumni STIKOMP SURABAYA) namun Mbak End tetep aja bisa mencairkan suasana (maklum beliau nih gampang banget akrab sama mahasiswa, jadi kalau mahasiswa/i gak kenal sama yang satu ini, ya bisa dipastikan tuh mahasiswa/i kuper dan kuatrok banget).
Karena datang terlambat, aku hanya bisa menikmati acara nonton bareng. Film yang kami tonton waktu itu, Madagaskar 2. Wih lumayan seru sih ceritanya. Saat nonton film buatan Dreamwork itu aku kepikiran, kapan ya anak-anak Indonesia ada dipembuatan film2 hollywood, terutama di film animasi. Tapi sepertinya hal tersebut sebentar lagi terwujud. Karena kita tahu sendiri sekarang di Batam ada sebuah Production House (PH) spesialis animasi yang bernama Fremework (kalau tidak salah salah satu pengelolanya Mas Deswara Aulia – animator hebatnya Indonesia). Ya semoga saja, dicredit title film-film animasi yahud nanti ada nama-nama putra pertiwi.
Sebenarnya yang menarik dari film-film animasi luar ialah bukan hanya dari tekniknya, tapi alur ceritanya juga (IMHO). Menurutku alurnya sebenarnya sederhana, tapi bisa dikemas sangat runtut dan menawan. Dan hal itu yang sampai saat ini belum banyak dilakukan pada tugas-tugas akhir mahasiswa di kampus tempatku pernah mengenyam pendidikan komputer multimedia. Temen-temen dalam membuat produksi film/animasi selalu mengedepankan teknik saja, namun alur cerita seringkali tidak bisa dinikmati (baca : membingungkan dan ribet).
Habis nonton pilem ntuh, kita masing-masing peserta nobar punya agenda sendiri-sendiri. Mas Adhis dan istri pamit belanja, dan dua mahasiswi sekretaris pamit pulang bersama pasangannya masing-masing. Yang tersisa tinggal Mbak End, Riris, Aku, Indriya, Neny (ceweknya Indriya) dan Dian. Kami melanjutkan ngobrol ngalor-ngidul tentang perkembangan Humas (curhat adik-adik pada kakaknya) dan cerita pengalaman mbak End selama di Jakarta, yang berlangsung di sebuah restoran dekat studio XXI tempat kami nonton.
Wah…seru pokoke lah…
Thank ya temen-temen, Hesti dan Lupita (untuk ide nonton barengnya), temen-temen Humas (I luv all), Mbak End (terima kasih banyak mbak untuk traktiran dan waktunya, semoga makin sukses di Jakarta ya mbak), Riris (yang sudah melengkapi acara).


Dec 29th, 2008 at 5:49 pm
Keterangan foto :
(Ki-Ka) Neny, Indriya, Mbak Reny (istri mas Adhis), Mbak End, Dian, Riris, Me, Cowoknya Lupita (lupa namanya), Lupita, Hesty, dan Hima (cowoknya Hesty). Insert : Mas Adhis yang motret.