Afan Yang Lupa Nasehat Mamanya

Siang itu, adik ponakanku pulang ke rumahnya. Mukanya cemberut, ditekuk-tekuk seperti kertas ujian yang dapat nilai jelek.

Budeku pun tanya ke anak lanangnya itu,

”Kenapa kamu dek,” tanya kakak perempuan ibuku itu.

Dia jawab, ”mangkel…”

“Nilaiku tes matematika kalah sama Resta,” ucap ponakanku yang bernama Afan itu.

Budeku pun berusaha membesarkan hati anak kesayangannya itu. Dia meminta Afan legowo, menerima kekalahannya dan belajar dari kegagalannya.

Dasar anak kecil, Afan pun tetap ngotot. Dia membela diri dari kegagalannya itu. ”Tapi ndak gitu, Ma. Aku kalahnya dinakali,” ucap Afan mulai mengurai alasannya.

Afan mengaku dinakali Resta. ”Dia curang secara sistematis, terstruktur dan masif, Ma,” ujarnya. Budeku mendengar bahasa yang terlalu tinggi itu pun kaget. ”Gayamu dek, bahasamu kaya orang di koran itu aja,” timpal Bude.

”Emang kamu dinakali apa sih, dek?” tanya Bude yang coba melegakan anaknya.

Mendengar mamanya bersedia mendengarkan keluhannya, Afan pun “bernyanyi”

“Dia curang Ma, sebelum test dia belikan ibu guru kue. Kuenya loh ada tulisannya Resta. Aku mau protes ke Pak Kepala Sekolah,” ucap Afan yang kabarnya memang disenangi kepala sekolahnya.

“Nah, gitu aja kok curang. Kan adek juga pernah memberi roti pada bu guru, malah guru yang lainnya juga,?” sambung Bude. ”Sudahlah dik, adik harus berbesar hati. Ucapkan selamat pada Resta. Dukung dia agar bisa ikut sukses ujian ditingkat kecamatan. Mama kan juga selalu mengajarkan anaknya untuk selalu legowo dan sportif,” ucap Budeku menasehati anaknya.

Tiba-tiba kakaknya Afan ikut menimpali, “Iyo loh dik, Mama itu GAK CUMAN NGAJARKAN KITA BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN. TAPI MAMA DAN PAPA MENGAJARKAN KITA UNTUK SIAP KALAH, LEGOWO dan IKHLAS,” timpal Afif, kakak laki-laki Afan

Rupanya Afan lupa kearifan mamanya. Yang dia ingat hanya nasehat Bude yang selalu mengajarkan agar anaknya bermanfaat untuk orang lain. Tapi dia lupa jika dalam keluarga besarku selalu ditekankan hidup itu harus bisa menerima kehendak Gusti Allah dengan Legowo dan Ikhlas.

  • Facebook
  • Yahoo Messenger
  • Yahoo Mail
  • Multiply
  • Google Gmail
  • Share/Bookmark

6 Responses to “Afan Yang Lupa Nasehat Mamanya”

  1. testing…

  2. akhirnya bisa komentar toh ? heee
    aku duwe bisnisan iki. awakmu gelek gak ?

  3. pesen nang tin’s bakery ae… nang gresik. bisa d antar haha

  4. @chepy:
    bisnis es*k-es*k tha MLM jeh?

  5. wes gelem gak koen, nek gelem aku njaluk no telpmu sing bisa tak hubungi sesegera mungkin

  6. Gak wis, takutnya akyu gak kompeten. (ojok diplesetno)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>

  • Facebook