Gunawan
Surabaya

Seorang ayah yang lagi seneng belajar brewing coffee, wordpress, SEO, internet marketing, desain grafis dan dunia periklanan. Bisa dicari di google "Jurnalis Jawa Pos"

Share
Kopi Liputan

Rudy’s Kaffee, Berawal dari Seduhan Kopi Habibie

By on August 1, 2016

Menu Inovatif Cerminkan Teknokrat yang Penuh Inovasi

Produser Rudy Habibie Manoj Punjabi mewujudnyatakan kopi dalam film menjadi racikan yang dijual sebagai merchandise. Kopi Habibie itu diberi label Rudy’s Kaffee. Dalam mewujudkan itu, Manoj bersentuhan langsung dengan petani lewat edukasi pelestarian kebun.

RACIKAN kopi itu oleh Manoj diberi nama Rudy’s Kaffee. Kopi yang dibungkus dengan paper bag cokelat itu dijual dalam ukuran 200 gram. Manoj mengaku tak main-main dalam menciptakan blend Rudy’s Kaffee. Sebab dia berupaya menghadirkan sebuah kesempurnaan kopi seperti yang tergambar dalam film.

Ya, dalam film yang bercerita tentang masa muda Presiden ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie itu memang ada secuil adegan tentang kopi. Habibie muda tengah studi di Jerman diceritakan kerap menerima kiriman kopi Indonesia dari mami (panggilan Habibie untuk ibundanya). Seduhan kopi dari mami itu mendapatkan pujian dari teman-teman Rudy.

’’Saya ingin mewujudkan itu dalam bentuk nyatanya. Tapi karena saya bukan ahli kopi, makanya saya libatkan profesional kopi dalam membuat racikan Rudy’s Kaffe,’’ ujar Manoj.

Manoj ingin proyek barunya itu bisa ikut mengangkat kopi Indonesia. Oleh karenanya, blend Rudy’s Kaffee sengaja dipilih dari biji kopi berkualitas asal Mandailing, Sumatera Utara. Perpaduannya 50 persen robusta dan 50 persen arabika.

Dalam pemilihan blend itu, Manoj dan timnya sempat berdiskusi panjang. Mereka melakukan riset terkait selera pasar. Sebenarnya sempat terpikirkan racikan Rudy’s Kaffee dibuat dari biji-biji kopi yang berasal dari Sulawesi dan Jawa. Setidaknya dua daerah itu mencerminkan daerah asal atau tempat yang pernah ditinggali BJ Habibie.

Sebagaimana diketahui, BJ Habibie lahir di Pare-pare Sulawesi Selatan. Keluarga besar dari ayahnya dari Gorontalo. Namun mami atau ibunda BJ Habibie berasal dari Jogjakarta. Tapi, setelah meriset diputuskan menggunakan Kopi Mandaeling. Salah satu alasannya, citarasa kopi asal tanah Sumatera bisa diterima kebanyakan masyarakat.

Manoj memilih kopi sebagai product placement film Rudy Habibie karena dia menganggap selama ini kebanyakan merchandise film hanya itu-itu saja. Dia ingin membuat sesuatu yang beda dan menjadi sebuah lifestyle.

’’Minum kopi sekarang ini kan sudah menjadi gaya hidup. Kopi itu sesuatu yang menarik,’’ tegasnya.

Dalam mengembangkan bisnis ini, Manoj mengaku bersentuhan langsung dengan petani. Sebab dalam misinya, Rudy’s Kaffee ingin mengangkat kopi Indonesia sekaligus para petaninya. ’’Banyak yang kami lakukan, salah satunya memberikan edukasi pelestarian kebun kopi. Juga, membantu fasilitas perkebunan para petani setempat,’’ terang pria 43 tahun itu.

Rudy’s Kaffee saat ini dijual di kedai milik mereka sendiri serta melalui online store mataharimall.com. Ada dua varian yang dijual, yakni dalam bentuk bubuk dan biji (whole bean). Yang bubuk dijual dengan tingkat kehalusan gilingan fine. Cocok untuk penyeduhan kopi menggunakan alat aeropress atau mesin espresso.

Sedangkan untuk varian whole bean, sepertinya Manoj tengah membidik pasar penikmat kopi yang mengutamakan kesegaran proses penyeduhan. Bagi para penikmat kopi, biji yang digiling sesaat sebelum diseduh dianggap lebih fresh dibanding yang sudah menjadi bubuk. Pasar penikmat kopi seperti ini memang tengah tumbuh.

Selain menjual coffee beans, Manoj juga membuka kedai Rudy’s Kaffee. Dia menyiapkan dua tempat yakni di Cibinong City Mall dan Blok M Square. Hanya saja saat ini kedai atau lebih tepatnya mini bar Rudy’s Kaffee baru tersedia di Cibinong City Mall.

Manoj menyebut menu di kedai Rudy’s Kaffee sengaja dibuat inovatif. Sebab dia ingin mencerminkan sosok BJ Habibie, teknokrat yang penuh inovasi. ’’Karena itu kami punya menu favorit namanya Soda Coffee Cream,’’ pamernya. Soda Coffee Cream sejatinya es kopi campur soda yang dihasilkan dari alat bernama syphon soda.

Manoj mengklaim menu Soda Coffee Cream pertama di Indonesia. Namun dari pengamatan Jawa Pos selama ini, sebenarnya menu seperti itu bukan hal baru di Indonesia. Beberapa kedai kopi sudah lebih dulu punya menu olahan kopi bersoda. Hanya penamaannya saja yang berbeda.

Di Blok M Square dan Pasar Santa misalnya ada kedai kopi Bear & Co. Mereka memiliki menu kopi hitam bersoda dengan istilah Nitro Coffee. Anda juga bisa menemukan olahan kopi yang hampir sama di La Tazza Kafe yang terletak di Ambassador Mal, Kuningan. Alat yang digunakan untuk menghasilkan soda di kedai-kedai itu juga sama seperti yang dipakai Rudy’s Kaffee.

Dalam hal menu olahan kopi , apa yang ada di Rudy’s Kaffee sebenarnya juga tidak seserius seperti di kedai kopi specialty kebanyakan.

Soda Coffee Cream misalnya. Minuman tersebut dibuat tak menggunakan kopi yang digiling seketika itu juga. Soda Coffee Cream dibuat dari serbuk ekstrak kopi, cokelat dan susu. Serbuk-serbuk itu dilarutkan dengan air dan es lalu diberi soda yang dihasilkan melalui syphon.

Penyeduhan kopi yang serius justru terdapat pada menu black coffee. Menu yang bukan favorit Rudy’s Kaffee itu dihasilkan melalui penyeduhan manual. Menggunakan alat aeropress dengan perbandingan kopi dan air, 1:15.

Untuk mendapatkan takaran yang pas, barista juga menggunakan timbangan digital. Kopi untuk black coffee juga dihasilkan dari biji yang digiling saat pengunjung memesan. Artinya kopi untuk black coffee bisa dipastikan lebih fresh dari Soda Coffee Cream.

Rudy’s Caffee juga menyediakan kopi yang diseduh dengan air dingin atau populer dengan istilah cold brew. ’’Untuk cold brew kami menggunakan kopi dari blend dari Jawa. Proses penyeduhannya 12 jam,’’ ujar Barisa Rudy’s Caffee, Feri Azhar Aziz.

Apa yang dilakukan Rudy’s Caffee ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya, film tentang kehidupan seorang barista, Filosofi Kopi juga membuat kedai kopi di daerah Blok M Square. Kedai itu dibuat persis seperti apa yang ada di dalam cerita film. Hanya saja, Filosofi Kopi tak menjual kopi sebagai merchandise-nya.

Meskipun bukan yang pertama, namun semangat menganggat kopi dan para Indonesia yang dilakukan Manoj tetap layak diaparesiasi. Apalagi jika kelak apa yang dilakukan Rudy’s Kaffee bisa merebut hati pecinta kopi yang selama ini gemar ke kedai premium penyedia biji kopi dari mancanegara.

Executive Director Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) Veronica Herlina mengungkapkan apa yang dilakukan Filosofi Kopi dan Rudy’s Kaffee merupakan hal positif. ’’Ini bisa membantu pemasaran kopi Indonesia. Hanya saja mereka harus memperhatikan benar-benar kualitas kopi yang digunakan sehingga tak terkesan euforia saja,’’ ujarnya.()

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Isikan hasil dari pertambahan di kolom kosong di bawah ini *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com